Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor ingin agar setiap sekolah di wilayah ini memiliki karakteristik masing-masing dengan menggali potensi yang dimiliki peserta didik. Baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya. ”Saya ingin setiap sekolah punya karakteristik dan keunggulan masing-masing,” kata Halikinnor, Senin (21/11).

Halikinnor menyampaikan hal tersebut saat meresmikan kolam renang yang dibangun di halaman SMPN 4 Sampit, Jalan Juanda Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. ”Sekolah-sekolah itu yang punya potensi, misalnya di sini kolam renang, sekolah lain, misalnya SMP mana nanti yang mengembangkan bidang apa, sehingga Kotim punya atlet yang nanti akan berlangga di tingkat regional hingga nasional,” ujar Halikinnor. Peresmian kolam renang SMPN 4 Sampit juga dirangkai dengan perayaan hari ulang tahun ke-38 sekolah tersebut. Pada momen itu, Halikinnor juga mendapat kejutan dari warga sekolah, karena November ini dirinya baru saja berulang tahun yang ke-60.

”Saya berharap potensi atlet akan muncul dari pemanfaatan kolam renang di SMPN 4 Sampit. Apalagi pada 2023 nanti daerah kita menjadi tuan rumah Porprov Kalteng,” ucapnya. Halikinnor mengapresiasi pembangunan kolam renang tersebut. Menurutnya, adanya kolam renang di lingkungan sekolah lebih aman dibandingkan dengan berlatih di sungai, karena di sungai sangat berisiko dengan kemunculan buaya yang bisa menyerang kapan saja. ”Saya harap pembangunan kolam renang ini menjadi contoh bagi sekolah lain, karena sekolah perlu mendukung dan mendorong pengembangan potensi olahraga yang diminati peserta didiknya,” ujarnya. Kepala SMPN 4 Sampit Suyatmi mengatakan, dibangunnya kolam renang di halaman sekolah tersebut karena ada kekhawatiran ancaman serangan buaya di Sungai Mentaya saat anak-anak berlatih renang. Apalagi minat anak-anak terhadap olahraga renang cukup tinggi.

”Minat mereka untuk menekuni olahraga renang cukup tinggi, sementara jika latihan di kolam renang di Sampit harus bayar dan itu cukup memberatkan. Makanya, akhirnya disepakati membuat kolam renang sendiri,” ujarnya. Kolam renang yang dibangun berukuran panjang 15 meter dan lebar 5 meter, dengan kedalaman 130 cm. Biaya pembuatannya mencapai Rp138 juta yang bersumber dari bantuan orang tua murid melaluinya komite sekolah.

”Meski belum sesuai standar, setidaknya kami berharap ini bisa bermanfaat bagi anak didik. Ini sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada. Mudah-mudahan dengan adanya kolam renang ini anak-anak bisa meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya. (yn/ign)