Jalan Panglima Utar tepatnya di depan Masjid Al Baido, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat diterjang luapan air laut (rob), jalan-jalan protokol mulai terendam sejak siang hari tadi, Senin (23/5).

Pengendara roda dua dan empat yang melintas di ruas jalan tersebut, harus berhati-hati dengan berjalan pelan karena di ruas jalan tersebut terdapat tempat usaha masyarakat.

Semula banjir rob hanya terjadi di pesisir terpadu Pantai Kubu, Bugam dan Keraya, namun dalam perkembangannya meluas hingga ke Desa Tanjung Putri dan di ibu kota Kecamatan Kumai. 

Salah seorang warga Kecamatan Kumai, Alam mengatakan selain di ruas jalan protokol Jalan Panglima Utar Kumai, air laut juga masuk hingga menggenangi Pelabuhan Pasar Cempaka Kumai. “Saya perkirakan air laut bisa naik lagi dari yang sekarang,” ujarnya.

Warga Desa Kubu, Reza mengungkapkan banjir rob sudah terjadi sejak Minggu siang hingga hari Senin ini, bahkan di RT 04 dan RT 05 Desa Kubu, air laut hingga sampai ke permukiman warga. Begitu pula di gerbang buaya destinasi wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah itu juga digenangi air hingga batas jalan aspal.

“Kalau di gerbang ini hanya sampai gerbang jaraknya 100 meteran dari tepi pantai, kalau bagian hulu di RT 04 dan RT 05 sampai permukiman airnya, dan kondisi rob hari ini lebih parah dari kemarin” imbuhnya.

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Iskandar Pangkalan Bun, Aqil Ikhsan menyebut bahwa ia juga mendapat informasi bahwa kemarin Minggu 22 Mei 2022, pukul 13.00 WIB  air laut pasang mulai mengenangi lingkungan perumahan di Rt.15 Sungai Jayau, Kelurahan Kumai Hilir, sampai saat ini terdapat 2 buah rumah yang tergenang air.

Ia mengakui bahwa beberapa hari terakhir pasang laut (Pasut) terjadi pada siang hari direntang waktu pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. “Ditambah saat kejadian juga beberapa wilayah terdapat hujan lebat dikarenakan wilayah Kalteng terdapat belokan angin dan konvergensi sehingga menambah pertumbuhan awan hujan,” terangnya.

Menurutnya untuk Pasang Laut (Pasut) rutin setiap hari ada, karena memang fenomena rutin, puncak maksimum pasut biasanya saat awal bulan atau pertengahan bulan (saat bulan Purnama) atau saat penanggalan bulan.

Ditegaskannya efek dari fase bulan purnama, biasanya 3- 5 hari menjelang dan sesudah purnama kondisi Pasut Puncak, karena pengaruh gravitasi bulan cukup kuat, juga pada saat bulan baru.

Untuk itu mengingat wilayah yang rawan adalah di perairan Kalimantan Tengah (laut) untuk nelayan perahu kecil sebaiknya tidak melaut dulu dikarenakan gelombang yang tinggi yaitu 1,25 – 2,5 meter. “Pasang laut maksimum atau puncaknya terjadi besok Selasa pukul 13.00 WIb dengan ketinggian pasang laut mencapai 1,9 meter,” ungkapnya. (tyo/sla)