Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, mendukung petani, khususnya kaum muda setempat membudidayakan buah semangka untuk skala besar karena potensinya dinilai sangat menjanjikan.

”Komoditas semangka ini diharapkan dapat menjadi salah satu tanaman yang dapat mengangkat nama baik Kotawaringin Timur sebagai daerah yang berhasil mengembangkan semangka, baik untuk kebutuhan dalam kabupaten sendiri maupun dijual ke daerah tetangga, bahkan ke Pulau Jawa,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa.

Harapan itu disampaikan Halikinnor saat menghadiri panen semangka di lahan pertanian Kelompok Tani Subur Desa Sebabi Kecamatan Telawang. Dia didampingi Ketua DPRD Rinie, Wakil Bupati Irawati, Sekretaris Daerah Fajrurrahman, Ketua TP PKK Khairiah Halikinnor, Kepala Dinas Pertanian Sepnita dan pejabat lainnya. 

Hasil penghitungan, hasil panen semangka di lokasi ini produktivitas rata-rata mencapai 12,5 ton per hektare. Harga jual buah dengan rasa manis ini mencapai Rp5.500 per kilogram. Hasil ini dinilai cukup bagus dan menggambarkan komoditas ini memang cocok dikembangkan berskala besar di Kotawaringin Timur. Terlebih, semangka merupakan buah yang cukup disukai masyarakat sehingga pangsa pasarnya terbuka lebar.

Panen bersama ini merupakan wujud syukur atas keberhasilan dalam budidaya tanaman semangka. Selain itu, ini sebagai inspirasi bagi kaum milenial untuk menjadikan bidang pertanian, khususnya hortikultura sebagai pilihan usaha yang menjanjikan karena sektor pertanian ini dinilai sebagai primadona di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan ini juga sangat sejalan dan mendukung program pemerintah pusat dalam pembangunan pertanian dengan mencanangkan program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) 2024.

”Saya berharap agar kedepannya hasil panen demplot ini dapat lebih meningkat, sehingga petani pengembang tanaman semangka dan petani lainnya dapat meningkat pendapatannya,” ujar Halikinnor.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong masyarakat meningkatkan sektor pertanian karena potensinya sangat terbuka lebar. Hal itu terlihat dari masih banyaknya komoditas yang masih harus didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan di daerah ini. Saat ini banyak lahan tidak produktif yang bisa dimanfaatkan untuk memulai usaha pertanian. Pemerintah juga terus meningkatkan dukungan melalui bantuan alat produksi pertanian dan peningkatan sumber daya manusia petani. (ant)