Pada tahun 2022, Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas (Gumas) akan melakukan pengembangan tanaman holtikultura. Salah satu tanaman yang akan dikembangkan adalah buah kelengkeng.

“Tahun ini, kami mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan buah kelengkeng di lahan seluas 20 hektare,” ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Letus Guntur, pekan lalu.

Agar lebih maksimal dalam pengembangan buah kelengkeng, pihaknya sudah belajar ke Kota Semarang yang memfasilitasi masyarakat dengan kebun buah kelengkeng lahan seluas dua hingga tiga hektare. 

“Budidaya kelengkeng di Kota Semarang sudah berhasil, dan menjadi salah satu pendukung dan pengangkat sektor pariwisata dan pertanian. Hal itu yang akan kami tiru dengan mengembangkan buah kelengkeng,” ujar Letus.

Dia pun optimistis pengembangan buah kelengkeng atau tanaman hortikultura lain di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau akan berjalan baik. Hal ini mengingat luasan lahan yang ada sangat potensial.

“Kebun hortikultura seperti buah kelengkeng, akan menjadi salah satu pendukung dan pengangkat sektor pariwisata dan pertanian serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” tuturnya.

Nantinya lanjut Letus, bantuan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan buah kelengkeng akan didistribusikan ke desa, dan mendapatkan pendampingan dari tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Jika berhasil, desa itu nanti akan menjadi kampung buah, serta pendukung dan pengangkat sektor pariwisata dan pertanian,” terangnya.

Dia menambahkan, upaya untuk pengembangan buah kelengkeng yakni dengan merangkul generasi muda untuk berpartisipasi. Salah satunya dengan menerima peserta didik SMKN 1 Kampuri yang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

“Kami mendorong mereka agar bisa menjadi pionir dalam pengembangan pertanian. Setelah lulus, mereka dapat melirik dunia pertanian di Kabupaten Gumas yang sangat potensial,” pungkas Letus. (arm/gus)