Sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah, harga bahan kebutuhan pokok masyarakat kembali melonjak. Terbaru, kenaikan terjadi pada harga daging ayam yang mencapai Rp 42 ribu per kilogram. Akan tetapi, jumlah permintaan juga melonjak tajam.

Pedagang daging ayam di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Yani mengatakan, kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak Minggu (24/4). ”Sudah dari kemarin (Minggu) harga daging ayam naik,” katanya, Senin (25/4).

Pedagang menilai meroketnya harga daging ayam merupakan hal wajar. Apalagi sudah mendekati Idulfitri. Sebelumnya, harga daging ayam masih berada di kisaran harga Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu.

Meskipun harga daging ayam mulai meroket, lanjutnya, permintaan jelang Lebaran justru semakin meningkat. Jika pada hari biasa dia menjual sekitar 30 – 40 kilogram daging ayam, jelang lebaran ini Yani bisa menjual hingga 70 Kilogram dalam sehari. ”Walaupun harganya naik, tapi permintaan alhamdulillah dari masyarakat masih tinggi. Sehari bisa memenuhi permintaan sekitar 70 Kg daging ayam,” katanya.

Yani memperkirakan permintaan daging ayam akan semakin tinggi lagi saat mendekati Idulfitri, bahkan bisa mencapai 300 Kg per hari.

Selain daging ayam, harga komoditas yang ikut meroket adalah daging sapi. Saat ini mencapai Rp 150 ribu per kilogram dari sebelumnya sebesar Rp 130 ribu per kilogram.

Menurut Arif, pedagang daging sapi di PPM Sampit, jelang Lebaran permintaan terhadap daging sapi akan semakin melonjak tinggi, bahkan bisa mencapai satu ton.

”Jelang lebaran nanti pesanan pelanggan bisa mencapai satu ton,” ucapnya. Saat ini saja permintaan terhadap daging sapi cukup tinggi dibandingkan hari biasanya. Pada hari biasa, Arif bisa menjual 10-20 Kg daging sapi. Sementara saat ini saja dirinya sudah menyiapkan sekitar 200 Kg daging sapi. (yn/ign)