Sitam tidak pernah menyangka pagi itu adalah pertemuan terakhir dengan istri tercintanya Maryam (43). Istrinya yang pamit pergi memancing pada malam harinya ditemukan meninggal dunia di sebuah sungai kecil yang berdekatan dengan Blok N 14, Divisi 2 TRYE PT. BGA Desa Dawak, Kecamatan Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (29/3) pukul 18.30 WIB. Kapolsek Kolam, AKP Joni Risatno mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertelungkup di sebuah sungai kecil oleh petugas keamanan. Selanjutnya korban segera dievakuasi dan kemudian dilakukan visum dan hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Diduga korban saat memancing terpeleset dari atas tebing setinggi 2 meteran dan jatuh ke sungai sedalam 2,5 meter itu,” terangnya, Rabu (30/3). Ia menceritakan, korban sebelumnya telah dicari oleh suaminya yang tidak menjumpai istrinya di rumah setelah pulang bekerja sekitar pukul 13.00 WIB. Suaminya sempat pergi ke Pos Satpam untuk menanyakan keberadaan korban, namun Satpam yang berjaga saat itu tidak mengetahuinya.

Hingga sore hari istrinya ternyata tidak pulang juga. Saat itu suami korban kembali mendatangi pos satpam dan meminta tolong mencarikan istrinya dengan karyawan lainnya. Setelah dilakukan pencarian hingga pukul 18.30 WIB ditemukan alat pancing, bakul dan galon yang diduga milik korban. Korban akhirnya ditemukan telah tertelungkup di sungai dalam keadaan meninggal dunia. “Kemudian petugas keamanan kebun segera menghubungi Bhabinkamtibmas untuk segera melakukan evakuasi terhadap korban dari sungai kecil itu,”ungkapnya.

Setelah dievakuasi, jenazah dilakukan visum et repertum dengan disaksikan oleh keluarga dan hasil keterangan dari dokter Polibun PT BGA dr Bryan bahwa korban murni meninggal karena tergelincir dari tebing, dan tidak ditemukan tanda kekerasan. Hanya terdapat busa dari hidung serta kotoran dari duburnya.
Korban kemudian dibawa keluarganya untuk dimakamkan di daerah asalnya di Jalan Cakra Adiwijaya, RT 01, Kelurahan Padang, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara. (tyo/sla)