Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang kapal pada arus mudik Lebaran 1443 Hijriah. Berdasarkan data KSOP Kelas III Sampit, selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2020, angkutan jasa pelayaran melayani 5 call (rute) dengan jumlah penumpang naik sebanyak 153 orang dan penumpang turun sebanyak 7 orang.

Pada 2021, arus mudik dan arus balik lebaran  terhitung sejak H-15 sampai H+15 tercatat mengalami peningkatan sebesar 140 persen yang dilihat dari call di tahun 2021 berjumlah 12 call. Rinciannya, penumpang naik sebanyak 2.661 orang dan penumpang turun sebanyak 607 orang.

”Kami memprediksi dengan adanya kelonggaran kebijakan dari pemerintah, angkutan penumpang kapal pada arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2022 ini akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Karena itu, kami sudah melakukan strategi pengendalian transportasi laut menjelang arus mudik Lebaran,” kata Agustinus Maun saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka kesiapan penanganan Ramadan dan Idulfitri 1443 Hijriah di Aula Polres Kotim, Senin (28/3).

Strategi tersebut, di antaranya pembentukan posko yang berlokasi tepat di samping Terminal Penumpang Pelabuhan Sampit yang rencananya beroperasi mulai H-15 atau 16 April 2022 sampai H+15 atau 17 Mei 2022. ”Dalam pelaksanaan pengendalian transportasi laut angkutan penumpang kapal, kami sudah menerima empat surat edaran. Dalam pelaksanaannya nanti kami tetap mengacu pada ketentuan dan aturan yang berlaku,” katanya.

Pada arus mudik dan balik Lebaran 2022, rencananya ada tiga armada kapal yang beroperasi melayani angkutan penumpang. Dua kapal dari PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan satu kapal lainnya dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

”Untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang, setiap angkutan jasa pelayaran angkutan penumpang dilakukan uji petik. Per 25 Maret itu sudah selesai dilaksanakan dan sudah dilaporkan ke Kemenhub. Untuk kapal dari PT Pelni saat ini masih dilakukan docking atau proses perawatan dan pemeliharaan,” katanya. Selain itu, dalam rangka persiapan pengamanan di areal Pelabuhan Sampit dalam pengendalian transportasi laut, rencananya akan menyiapkan 18 personel gabungan mulai dari KSOP, Dishub, Polres Kotim, Polairud, KKP, dan sejumlah instansi terkait.

”Mudah-mudahan dengan strategi dan perencanaan yang matang dalam upaya pengendalian angkutan mudik lebaran tahun ini, saya pastikan dapat terlaksana dengan baik, aman dan kondusif,” katanya. ”Saya juga akan terus berkoordinasi untuk memastikan sembilan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) pada masa arus mudik lebaran tidak menjadi kendala, sehingga pelaksanaan Ramadan hingga Idulfitri dapat terlaksana dengan lancar,” tambahnya.

Agustinus juga mengimbau penyedia jasa pelayanan angkutan penumpang kapal, agar dapat mengantisipasi lonjakan penumpang dengan mendorong penumpang untuk melakukan keberangkatan atau booking tiket lebih awal sehingga menghindari desakan penumpang. ”Untuk mengantisipasi dan memprediksi lonjakan penumpang, penyedia jasa pelayaran dapat berkoordinasi dengan pihak perkebunan untuk mendata karyawannya yang berniat melakukan mudik lebaran untuk dilakukan pendataan seperti yang dilakukan PT DLU. Penyedia jasa pelayaran sebaiknya menginformasikan jumlah penumpang yang sudah memesan tiket secara online maupun manual agar kami dapat memprediksi dan mengantisipasi lonjakan penumpang agar tidak sampai menimbulkan antrean penumpang yang berjubel atau menumpuk di terminal,” tandasnya. (hgn/ign)